October 15, 2021

Log Of Oyazhuryachna

Blog berbagi resource programming

Membuat Virtual Host Pada Web Server Apache

Selama ini mungkin anda, termasuk saya selalu menggunakan url http://localhost/nama_directori pada addres bar browser anda untuk mengakses script-script web di dalam server apache yang terinstal di PC Anda, yang sedang anda kerjakan dalam membuat aplikasi-aplikasi dinamis berbasis php dan mysql.
Memang tidak ada salahnya kita menggunakan setting bawaan dari apache tersebut, namun hal tersebut akan menjadi merepotkan pada saat kita meng upload ke server internet sesungguhnya karena kita harus menyesuaikan dengan setting di web hosting internet, terutama pengaturan level direktori yang diakses, selain itu rasanya kurang afdol dan kurang profesional kalau harus menggunakan setting standar tersebut, kita seakan-akan tetap berpijak di dunia nyata..bukan di hosting sebenarnya. Artikel ini saya persembahkan untuk pa Bambang Wahyudi, Dosen FKOM Uniku untuk materi kuliah, mempelajari bagaimana sesungguhnya pengaturan domain pada web server. Terima kasih innspirasinya pak πŸ™‚ akhirnya riset kecil-kecilan ini berhasil, semoga membantu dalam pemahaman para mahasiswa nya … πŸ™‚
Pada artikel ini akan saya terangkan bagaimana membuat virtual hosting di PC sendiri, sehingga seolah-olah kita mengakses server hosting sesungguhnya. Pada artikel ini kasus yang saya terapkan pada OS winXP dengan XAMPP sebagai web servernya dengan sfesifikasi sbb:

  • Apache 2.2.4
  • MySQL 5.0.37PHP 5.2.1
  • PHP 4.4.6
  • PEAR PHP-Switch win32 1.0 (please use the “php-switch.bat”) XAMPP Control Version 2.4 from www.nat32.com
  • XAMPP Security 1.0
  • SQLite 2.8.15
  • OpenSSL 0.9.8e
  • phpMyAdmin 2.10.02
  • ADOdb 4.94
  • Mercury Mail Transport System v4.01b
  • FileZilla FTP Server 0.9.23
  • Webalizer 2.01-10
  • Zend Optimizer 3.2.4
  • eAccelerator 0.9.5 fΓΌr PHP 5.2.1 (comment out in the php.ini)

Ok Kita mulai, pada kasus ini akan dibahas bagamana membuat domain dan sub domain, yang pertama kita buat dua buah domain yaitu www.uniku.ac.id dan www.oz.net, dan akan membuat subdomain dari uniku.ac.id yaitu riset.uniku.ac.id, serta membuat subdomain dari www.oz.net yaitu artikel.oz.net

  1. Buka file httpd-vhosts.conf pada direktori C:\xampp\apache\conf\extra, kemudian edit dengan menambahkan baris berikut :

  1. Buka file hosts pada direktori C:\WINDOWS\system32\drivers\etc, kemudian edit dengan menambahkan baris berikut :
    Simpan file tersebut.
  2. Kemudian untuk merasakan efek perubahan, lakukan restart pada web server apache.
  3. CATATAN 1 :
    pada directive DocumentRoot dan Directory, sesuaikan dengan direktori tempat anda menyimpan script web anda !
  4. CATATAN 2 :
    Pada file host diatas, IP address didefinisikan mulai dari 127.0.0.2 , jangan pernah menggunakan 127.0.0.1, karena akan mengakibatkan virutual host tidak berfungsi atau malah web server tidak berjalan sama sekali.
  5. Sekarang kita coba virtual host yang telah dibuat, jalankan browser anda, ketik pada addres bar :http://www.uniku.ac.id>
    http://sika.uniku.ac.id
    http://www.oz.net
    http://artikel.oz.net
    Kalau pengetikan pada dua file konfigurasi diatas benar, maka seharusnya browswer menampilkan isi dari virtual host masing-masing.

Pada Kasus ini, komputer tidak terhubung dalam jaringan, jadi belum dilakukan pengetesan akses virtual host melalui komputer jaringan. Misal komputer 1 sebagai web server, dan komputer 2 mengakses alamat virtual host di komputer 1, hal ini belum penulis lakukan mengingat komputer di rumah penulis cuman punya 1 … πŸ™‚
Sumber :http://httpd.apache.org/docs/2.2/vhosts

You may have missed